Paris Saint Germain (PSG) menorehkan sejarah gemilang dengan meraih gelar Liga Champions pertamanya usai mengalahkan Inter Milan dengan skor telak 5-0 di final Liga Champions 2024/2025. Pertandingan bersejarah yang digelar di Allianz Arena, Munich ini menampilkan dominasi mutlak skuad asuhan Luis Enrique atas wakil Italia tersebut, sekaligus menjadi kemenangan dengan margin terbesar dalam sejarah final kompetisi elit Eropa tersebut.
Paris Saint Germain langsung menunjukkan intensitas tinggi sejak wasit István Kovács meniup peluit kick-off. Gol pembuka tercipta pada menit ke-12. Kerjasama apik Vitinha dan pemain muda berbakat Désiré Doué berakhir dengan umpan silang Doué ke kotak penalti yang diselesaikan dengan mudah Achraf Hakimi. Hakimi memilih tidak merayakan gol tersebut sebagai bentuk penghormatan pada mantan klubnya. Delapan menit berselang, Doué menggandakan keunggulan. Usai menerima umpan dari Ousmane Dembélé, tembakan pemain berusia 19 tahun itu membentur Federico Dimarco sebelum masuk ke gawang Yann Sommer. Inter sempat mendapat peluang melalui Marcus Thuram dan Francesco Acerbi, tetapi gagal membobok gawang Gianluigi Donnarumma.
Memasuki babak kedua, Paris Saint Germain semakin tak terbendung. Doué kembali mencetak gol pada menit ke-63 melalui umpan terobosan Vitinha, memperlebar jarak menjadi 3-0. Khvicha Kvaratskhelia menambahkan keunggulan pada menit ke-73 dengan pelari cepat usai menerima umpan jarak jauh Dembélé, dan menaklukkan Sommer dari sudut dekat. Puncak kegemilangan malam itu datang dari pemain akademi, Senny Mayulu. Pemain pengganti berusia 19 tahun itu mencetak gol kelima sekaligus penutup pada menit ke-87 setelah mendapat umpan dari Bradley Barcola, menggetarkan jala Inter untuk kelima kalinya. Wasit bahkan mengabaikan waktu tambahan untuk mengakhiri penderitaan Inter lebih cepat.
baca juga : Jadwal Final Liga Champions 2024/2025 Antara PSG vs Inter Milan
Presiden Paris Saint Germain, Nasser Al-Khelaïfi, menyampaikan kebanggaan luar biasa: “Saya sangat bangga dengan kemenangan pertama yang megah di final Liga Champions ini, momen bersejarah bagi Paris Saint Germain, sepak bola Prancis, dan kota Paris. Ini adalah puncak dari upaya kolektif teladan, didorong oleh komitmen, semangat tim, dan gairah semua orang yang menghidupkan klub ini”. Kapten tim, Marquinhos, yang juga menjadi pemain PSG dengan penampilan terbanyak di kompetisi Eropa (107 laga), mengangkat trofi didampingi Luis Enrique yang terlihat haru mengenang putrinya, Xana, dengan mengenakan kaft khusus.
Pelatih Luis Enrique menegaskan koneksi emosional yang terjalin: “Saya benar-benar merasakan hubungan dengan para pemain dan fans, hubungan yang sangat kuat yang kami lihat sepanjang musim. Kami mampu menangani ketegangan dan kegembiraan dengan cara terbaik”. Ia pun menjadi pelatih kedua setelah Pep Guardiola yang berhasil memenangkan treble kontinental (Liga, Piala Domestik, Liga Champions) dua kali dalam karier kepelatihannya. Sementara itu, pelatih Inter, Simone Inzaghi, mengakui kekalahan telak ini: “Sama sekali tidak terasa seperti tim Inter saya di sana, dan pemain adalah yang pertama menyadarinya, tapi saya bangga dengan perjalanan yang telah kami lalui”.
Kemenangan ini bukan sekadar gelar pertama Paris Saint Germain di Liga Champions, melainkan juga pencapaian rekor dan tonggak sejarah:
- Margin Kemenangan Terbesar: Skor 5-0 menjadi kemenangan terbesar dalam sejarah final Liga Champions/Piala Eropa.
- Tim Termuda Kedua: PSG menjadi juara termuda kedua dalam sejarah kompetisi dengan rata-rata usia tim 23 tahun.
- Treble Pertama Prancis: PSG menyelesaikan treble kontinental (Liga 1, Coupe de France, Liga Champions) pertama untuk klub Prancis.
- Perubahan Filsafat Tim: Kesuksesan ini menandai peralihan dari era “superstar” (Messi, Neymar, Mbappe) ke model tim kolektif yang solid, dengan memadukan bintang muda seperti Doué (Pemain Terbaik Final) dan Mayulu (produk akademi) dengan pemain berpengalaman seperti Hakimi dan Marquinhos. Robert Pires bahkan memuji pendekatan Luis Enrique yang membangun “sebuah tim, bukan nama-nama, bukan pemasaran”.
Dengan gelar ini, Paris Saint Germain melengkapi koleksi empat trofi musim ini: Trophée des Champions, Liga 1, Coupe de France, dan Liga Champions 25. Mereka akan segera bersiap untuk berpartisipasi dalam Piala Dunia Antar klub FIFA 2025 di Amerika Serikat mulai pertengahan Juni mendatang. Kemenangan bersejarah di Munich ini tidak hanya mengakhiri penantian panjang klub dan pendukungnya, tetapi juga membuka babak baru kejayaan PSG dengan fondasi tim muda berbakat dan bermain kolektif yang memukau.